Gunung Sangeang & Pulau Sangeang, Keelokan tersembunyi di Bima.

Nama Pulau Sangiang mulai banyak dibicarakan, apalagi di kalangan para pelancong.

Jangan salah, Pulau Sangiang yang satu ini ialah yang terletak di Bima, Nusa Tenggara Barat. Namanya mulai dikenal orang setelah terjadinya letusan Gunung Sangiangapi 2014 lalu.

Gunung Sangiangapi merupakan gunung berapi aktif bertipe strato yang termasuk dalam kawasan konservasi. Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1986 meter di atas permukaan laut ini memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan di atas puncaknya.

Dari sana Anda bisa menikmati keindahan pulaunya sekaligus. Pulaunya sendiri adalah pulau vulkanik yang muncul ke permukaan yang terletak di Laut Flores.

Indahnya Pulau Sangiang bisa terlihat dari topografinya yang bergunung-gunung dengan lereng lebih 45 derajat di tengah, timur, dan wilayah utara, sedangkan di bagian selatan dari lereng yang relatif datar di bawah 30 derajat.

Pulau Sangiang hanya ditinggali oleh beberapa belas rumah saja. Sehari-harinya pulau ini rutin dikunjungi penduduk pulau seberang yang datang untuk berladang.

Sangiang juga memiliki ekosistem yang unik dengan berbagai potensi flora. Beberapa jenis flora khusus ditemukan di Sangiang seperti Kesambi (Schleicera oleosa), ketimis (Protium javanicum), banten, waru laut, pohon beringin (Ficus sp.), dan banyak lagi. Pulau Sangiang juga merupakan rumah bagi 12 jenis burung pemangsa.

Di sini Anda bisa menginap dengan melabuhkan kapal atau membuat kemah di bibir pantai. Memancing dan menyelam, menikmati terumbu karang yang sehat dan warna warni ikan merupakan kegiatan yang sering dilakukan wisatawan ketika berkunjung ke Sangiang.

Konon keindahan Sangiang justru merupakan hasil pertikaian dua orang yang kapalnya bertabrakan di perairan dekat pulau di zaman dahulu. Dua orang tersebut bernama Safiri Gadi dan Safiri Sango yang berlayar, menurunkan sauh dan bertikai hingga menyebabkan seluruh anak buah yang berwujud hewan tewas. 

Ketika hanya tinggal mereka berdua, keduanya menyadari bahwa mereka adalah kakak beradik yang datang ke Sangiang untuk menemukan satu sama lain. Mereka pun berdamai dan menghidupkan kembali Sangiang dengan kapal yang diubah menjadi Gunung Sangiangapi dan hewan-hewan yang memenuhi pulau.

Lepas dari mitosnya, tak dapat dipungkiri jika Pulau Sangiang memang mulai populer akan keelokannya.

Untuk mencapai tempat ini, Anda harus lebih dahulu menuju Desa Sangiang di Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Dari sana Anda dapat menyewa perahu yang berkapasitas 10 hingga 15 orang untuk menyebrang ke pulau. Biasanya sewa perahu kurang lebih Rp300 ribu dengan rute pulang – pergi.

Tinggalkan komentar