Pesona Pulau Bajo Pulo Bima, Nusa Tenggara Barat.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat terdapat beberapa pulau yang sudah terkenal sampai ke mancanegara, salah satunya adalah pulau cantik yang bernama Bajo Pulo yang merupakan pulau wisata yang masih sangat alami dan patut untuk dikunjungi. Bajo Pulo adalah sebuah pulau kecil berpenduduk yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat atau sekitar 45 km di timur Kota Bima.

Pulau Bajo Pulo dihuni oleh mayoritas suku Bajo dan suku Bima yang sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Pulau Bajo ini sangat unik, di mana konturnya yang berbukit dan berbatu serta memiliki pemandangan yang sangat indah, asri dan alami. Selain itu Pulau Bajo Pulo juga memiliki pantai yang indah, pasirnya yang berwarna putih dan bersih sangat cocok untuk tempat bermain. Di pantai ini anda juga bisa menikmati indahnya matahari terbit dan terbenam. Pemandangan seperti ini adalah yang ditunggu-tunggu oleh setiap wisatawan.

Di Pulau Bajo ini juga terdapat Telaga yang bernama Telaga Bidadari, anda bisa minta kepada penduduk setempat untuk mengantarkan ke sana bila ingin melihatnya. Anda juga bisa menikmati pemandangan bawah laut sekitar Pulau Bajo Pulo. Karena disini dapat terlihat terumbu karang dengan bentuk dan ukuran yang beragam serta  kumpulan ikan-ikan kecil yang cantik.

Perjalanan laut menuju Bajo Pulo memakan waktu sekitar 15 menit menggunakan perahu nelayan. Perahu tersebut banyak bersandar di pelabuhan Sape. Tarif normal sekali jalan ke Bajo Pulo adalah Rp 2.000/orang. Dermaga Bajo Pulo terletak berdekatan dengan perkampungan penduduk. Untuk mencapai pantai yang biasa dikunjungi wisatawan, masih harus berkendara dengan perahu beberapa menit lagi dari dermaga.

Setibanya di Pulau Bajo Pulo anda harus melapor kepada ketua adat setempat, anda juga bisa meminta tolong kepada ketua adat setempat untuk mencarikan  rumah penduduk yang bisa anda tempati bila anda ingin bermalam. Dan yang terpenting adalah hormatilah adat istiadat yang berlaku di Pulau Bajo Pulo agar anda diterima oleh masyarakat setempat dan lebih memudahkan anda jika suatu waktu membutuhkan bantuan mereka.

Keindahan Pulau Satonda di Kabupaten Dompu, NTB.

Pulau Satonda terletak di bagian utara Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu di Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, merupakan pulau yang menyerupai lingkaran atau cincin. Pada bagian tengahnya, terdapat sebuah danau air asin, sedangkan di bagian luarnya adalah lepas pantai utara Pulau Sumbawa. ADVERTISEMENT dikutip dalam buku karya Setyo Manggala yang berjudul Dana Dompu, Pulau Satonda merupakan sebuah pulau vulkanik non-aktif. Danau di tengah pulau ini merupakan kawah vulkanik yang terisi air asin dengan kedalamannya mencapai 69 meter dengan diameter hingga 1,2 kilometer.

Terbentuknya danau air asin ini sekitar 10.000 tahun yang lalu akibat letusan Gunung Api Satonda, di mana runtuhan yang terjadi di atas dapur magma gunung tersebut menyebabkan terbentuknya kawah Satonda.

Sisi utara danau air asin di Pulau Satonda. Foto: Info Dompu

Di pesisir pantai di pulau atau bagian luar lingkarannya adalah Semenanjung Sanggar yang terletak di laut Flores yang merupakan lepas pantai Pulau Sumbawa.Saat pengunjung pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini, akan disambut oleh beningnya air laut di pesisir pantai dengan pasir putih yang memesona. Terdapat sebuah papan pintu masuk pulau yang menjadi ikon pulau ini.

Papan selamat datang di pulau satonda. Foto: Info Dompu

Juga terdapat sebuah dermaga baru yang dibangun sebagai pengganti dermaga lama di pulau ini. Selain sebagai tujuan boat yang datang dan berangkat dari pulau, dermaga ini juga bisa berfungsi sebagai akses untuk turun ke laut bagi pencinta snorkeling atau diving.

Dermaga di Pulau Satonda. Foto: Info Dompu

Dengan air yang begitu bening, terumbu karang yang melimpah dan ada jutaan ikan warna warni membuat siapapun ingin segera menyebur, terutama bagi pencinta snorkeling atau diving. Bagi pengunjung yang pernah datang ke pulau ini, pasti banyak yang menyebutkan bahwa Pulau Satonda adalah tempat terbaik di Dompu untuk menyelam.

Pelabuhan Nanga Miro. Foto: Info Dompu

Menuju ke pulau ini dapat ditempuh dengan waktu sekitar tiga jam dari Dompu dengan menggunakan motor atau mobil. Di Desa Nangamiro terdapat sebuah pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Satonda. Di pelabuhan Nangamiro terdapat banyak perahu nelayan yang berjejer untuk dapat disewa oleh pengunjung dengan harga sewa per perahu adalah Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribu tergantung jumlah penumpangnya. ADVERTISEMENTJuga ada pilihan alternatif bagi yang ingin lebih cepat sampai ke pulau, yaitu bisa menggunakan speed boat yang dapat disewa dengan harga Rp 400 ribu, dengan kapasitas hanya lima sampai tujuh orang. Di mana waktu tempuh speed boat kurang dari 15 menit.

Speed boat yang bisa disewa untuk menuju ke Pulau Satonda. Foto: Info Dompu

Selain keindahan pulau yang begitu memesona, di Satonda juga terdapat hal unik yang pertama kali diketahui ada di Indonesia yaitu stromatolit. Stromatolit merupakan hasil simbiosis ganggang bersel satu dengan sedimentasi vulkanik Pulau Satonda, yang menurut banyak ahli telah berusia sekitar 4.000 tahun lamanya di pulau ini. Stromatolit ini tersebar di seluruh danau air asin Pulau Satonda dan menjadi aset sejarah yang perlu dijaga di tanah Dompu. Sangat disarankan bagi para pendatang agar hati-hati untuk turun ke danau ini dan usahakan tidak menginjak stromatolit yang telah hidup ribuan tahun, bahkan disarankan untuk tidak nyebur ke danau jika hanya merusak makhluk hidup langka ini.

Stromatolit di Pulau Satonda. Foto: Info Dompu

Organisme inisebenarnya hidup pada zaman Paleozoikum dan memiliki peranan penting bagi awal terbentuknya bumi, terutama bagi perkembangan evolusi fauna bersel tunggal yang membutuhkan oksigen. Stromatolit membentuk komposisi kimiawi atmosfer hingga menghasilkan oksigen yang cukup ada purba

Eksistensi Rumah Tradisional “Uma Lengge” Sebagai Destinasi Wisata Bima, NTB.

Dijadikan Objek Wisata

Kompleks Uma Lengge Wawo dari kejauhan
Kompleks Uma Lengge Wawo dari kejauhan via Instagram antonio_photograph

Kompleks Uma Lengge belakangan juga menjadi membawa manfaat tambahan bagi warga sekitar. Sebab keindahannya menarik banyak wisatawan dari berbagai penjuru untuk datang berkunjung.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan di sini. Pengunjung bisa mengagumi bentuk rumah tradisional di sini sembari berfoto. Jika tertarik, bisa juga belajar proses menjemur gabah dan menyimpannya ke dalam lumbung.

Uma Lengge berasal dari kata uma yang berarti rumah dan lengge yang berarti mengerucut. Rumah tradisional ini adalah bagian dari budaya warisan nenek moyang Suku Bima. Bahan utamanya berasal dari kayu, punya empat tiang, serta atap yang dibentuk dari alang-alang,

Bangunan tradisional ini terdiri dari tiga lantai. Menerima tamu dan melakukan upacara adat dilakukan di lantai pertama, tempat tidur dan dapur ada di lantai kedua, sementara lantai terakhir digunakan sebagai penyimpanan bahan makanan.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat Bima tak lagi menggunakan Uma Lengge sesuai fungsi aslinya. Banyak orang memilih tinggal di rumah konvensional yang lebih luas. Namun demikian, bangunan rumah adat tetap dipertahankan hanya saja fungsinya kini sepenuhnya digunakan sebagai lumbung padi.

Bukan hanya sekedar lumbung padi biasa, rumah tradisional ini melambangkan kecerdasan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam. Contohnya saja Desa Maria di Kecamatan Wawo, satu dari tiga wilayah di Bima yang masih memiliki kompleks Uma Lengge. Tanah di tempat mereka tak terlalu subur dan padi hanya bisa dipanen setahun sekali.

Masyarakat pun harus memutar otak bagaimana caranya mengatur cadangan padi agar cukup untuk 12 bulan. Di sinilah mereka kemudian mencoba memanfaatkan keberadaan Uma Lengge. Sengaja diletakkan jauh dari kawasan rumah penduduk agar jika terjadi bencana kebakaran, persediaan pangan mereka tidak ikut lenyap begitu saja.

Selain itu karena letaknya cukup jauh, ibu-ibu rumah tangga di Desa Maria juga dituntut pandai mengatur kebutuhan rumah tangga mereka. Jika sampai terlihat tetangga terlalu sering mengambil beras, mereka bakal dianggap sebagai keluarga boros.

Bulan Agustus jadi momen terbaik untuk berkunjung. Penduduk biasanya akan mengadakan festival khusus dengan beragam tarian, upacara adat, pesta panen, dan pertunjukan permainan rakyat. Selain itu akan ada kegiatan renovasi dan pembersihan rumah adat.

Pengunjung yang masuk tidak dipungut bayaran sama sekali. Hanya saja wisatawan biasanya memberikan sumbangan seikhlasnya untuk membantu pembangunan wilayah di sekitar desa.

Itulah tadi sekilas mengenai filosofi dan keiistimewaan Uma Lengge di Bima. Jika sedang berada di Sumbawa, jangan lupa menyempatkan datang ke sini untuk meresapi warisan budaya nenek moyang yang sungguh tiada duanya ini.

Gunung Sangeang & Pulau Sangeang, Keelokan tersembunyi di Bima.

Nama Pulau Sangiang mulai banyak dibicarakan, apalagi di kalangan para pelancong.

Jangan salah, Pulau Sangiang yang satu ini ialah yang terletak di Bima, Nusa Tenggara Barat. Namanya mulai dikenal orang setelah terjadinya letusan Gunung Sangiangapi 2014 lalu.

Gunung Sangiangapi merupakan gunung berapi aktif bertipe strato yang termasuk dalam kawasan konservasi. Gunung yang memiliki ketinggian sekitar 1986 meter di atas permukaan laut ini memiliki pemandangan yang sangat menakjubkan di atas puncaknya.

Dari sana Anda bisa menikmati keindahan pulaunya sekaligus. Pulaunya sendiri adalah pulau vulkanik yang muncul ke permukaan yang terletak di Laut Flores.

Indahnya Pulau Sangiang bisa terlihat dari topografinya yang bergunung-gunung dengan lereng lebih 45 derajat di tengah, timur, dan wilayah utara, sedangkan di bagian selatan dari lereng yang relatif datar di bawah 30 derajat.

Pulau Sangiang hanya ditinggali oleh beberapa belas rumah saja. Sehari-harinya pulau ini rutin dikunjungi penduduk pulau seberang yang datang untuk berladang.

Sangiang juga memiliki ekosistem yang unik dengan berbagai potensi flora. Beberapa jenis flora khusus ditemukan di Sangiang seperti Kesambi (Schleicera oleosa), ketimis (Protium javanicum), banten, waru laut, pohon beringin (Ficus sp.), dan banyak lagi. Pulau Sangiang juga merupakan rumah bagi 12 jenis burung pemangsa.

Di sini Anda bisa menginap dengan melabuhkan kapal atau membuat kemah di bibir pantai. Memancing dan menyelam, menikmati terumbu karang yang sehat dan warna warni ikan merupakan kegiatan yang sering dilakukan wisatawan ketika berkunjung ke Sangiang.

Konon keindahan Sangiang justru merupakan hasil pertikaian dua orang yang kapalnya bertabrakan di perairan dekat pulau di zaman dahulu. Dua orang tersebut bernama Safiri Gadi dan Safiri Sango yang berlayar, menurunkan sauh dan bertikai hingga menyebabkan seluruh anak buah yang berwujud hewan tewas. 

Ketika hanya tinggal mereka berdua, keduanya menyadari bahwa mereka adalah kakak beradik yang datang ke Sangiang untuk menemukan satu sama lain. Mereka pun berdamai dan menghidupkan kembali Sangiang dengan kapal yang diubah menjadi Gunung Sangiangapi dan hewan-hewan yang memenuhi pulau.

Lepas dari mitosnya, tak dapat dipungkiri jika Pulau Sangiang memang mulai populer akan keelokannya.

Untuk mencapai tempat ini, Anda harus lebih dahulu menuju Desa Sangiang di Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Dari sana Anda dapat menyewa perahu yang berkapasitas 10 hingga 15 orang untuk menyebrang ke pulau. Biasanya sewa perahu kurang lebih Rp300 ribu dengan rute pulang – pergi.

Pulau Ular Wisata Ekstrim Di Bima, Nusa Tenggara Barat

Pulau Ini Hanya Dihuni Oleh Sekelompok Ular Laut Beracun

Jika Anda ingin berwisata ke tempat-tempat yang ekstim, Pulau Ulartempatnya. Pulau Ular merupakan salah satu pulau yang berada di tengah salah satu perairan bagian timur di wilayah kecamatan wera. Pulau ini juga bersebelahan dengan obyek wisata daerah kabupaten Bima NTB yaitu pulau gilibanta dan pulau wamba. Pulau ini terletak di Desa Pai Wera Sub,Kabupaten BimaNusa Tenggara Barat.

Pulau Ular, begitulah masyarakat Bima biasa menyebutnya, mungkin karena pulau ini hanya dihuni oleh sekelompok ular laut. Walau hidup liar mereka sangat jinak dan ramah terhadap para pengunjung, ketika di pegang ular ular ini tidak menggigit atau pun melilit. Ular ini mempunyai keunikan warna putih silver dengan kombinasi hitam mengkilat. Ular-ular berwarna hitam putih cerah itu sangat mempesona bila tertimpa cahaya matahari. Wisatawan sangat menyukai momen-momen menyaksikan pemandangan langka ini.

Masyarakat sekitar yang mendatangi pulau ular ini tidak merasa takut sedikitpun untuk menyentuh atau bermain-main dengan ular beracun ini. Mereka bahkan dengan santai memasukan tangan ke celah-celah tebing batu untuk mengambil ular yang bersebunyi. Walaupun begitu, para wisatawan dari daerah lain tidak bisa sembarangan menyentuh ular-ular ini begitu sampai di pulau ini. Kabarnya ular-ular ini harus disentuh terlebih dahulu oleh masyarakat lokal, sehingga Anda juga dapat menyentuh atau bermain-main dengan ular-ular tersebut.

Yang tak kalah aneh, bentuk ekor ular ini sudah pipih menyerupai ekor ikan. Para nelayan sering menemukannya masuk dalam jaring, namun segera dilepaskan karena mitos khusus terhadap ular tersebut. Ular ini tak bisa dibawa kemana-mana, karena akan selalu kembali ke habitatnya. Kalau tidak bisa kembali, dipercaya akan mendatangkan bencana bagi masyarakat. Menurut cerita masyarakat setempat, Pulau Ular ini berasal dari sebuah kapal dagang Portugis yang terkena kutukan. Awak kapal berubah menjadi ular laut sementara bangkai kapalnya berubah menjadi sebuah pulau. Sementara 2 pohon kamboja yang berada di pulau tersebut dipercaya sebagai tiang kapalnya.

Dan menurut mitos pula, jika seseorang berkunjung ke pulau ini dan memiliki banyak dosa, maka akan di gigit oleh ular. Di Pulau Ular, Anda tidak hanya dapat menikmati keindahan dan keunikan ular saja, namun Anda juga dapat menyaksikan keindahan pesona laut bima dan kemegahan gunung berapi pulau Sangiang yang selalu diselimuti kabut. Untuk bisa berkunjung ke Pulau Ular anda dapat menempuh perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit perjalanan dari Kota Bima dengan menggunakan transportasi darat.

Setelah tiba di Desa Kalo Kecamatan Wera, selanjutnya untuk menuju Pulau Ular, anda harus menggunakan perahu/sampan yang telah disediakan masyarakat sekitar dengan waktu tempuh 15 menit dari daratan. Sebelum menyeberang ke pulau ini Anda juga akan menemukun keunikan lain. Ada banyak mata air dipinggir pantai yang apabila air pantai naik maka mata air ini akan tertutup tapi anehnya air dari mata air tersebut rasanya tetap tawar seperti air yang ada dirumah-rumah pada umumnya. Penduduk disini menyebutnya dengan Oi Ca’ba.

Keunikan Pantai Lariti Laut Terbelah di Bima NTB

Pantai Dengan Pulau-pulau Kecil dan Bukit-bukit yang Berbaris Rapi

Pantai Lariti tergolong pantai yang indah dengan panorama sekelilingnya yang mampu membuat mata terpana. Pantai ini terletak di wilayah selatan Kabupaten Bima, tepatnya Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape, Nusa Tenggara Barat. Lokasi pantai tidak jauh dari Pelabuhan Sape, gerbang laut yang menghubungkan Pulau Sumbawa dan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari Kota Bima, pantai ini bisa ditempuh satu jam perjalanan mengendarai mobil.

Pantai Lariti ini menawarkan kesunyian yang dibalut keindahan panoramanya, pasir putih yang terbentang di sepanjang pantai serta birunya air laut membuat anda enggan untuk berpaling ,ditambah lagi dengan pulau-pulau kecil dan bukit-bukit yang berbaris rapi seakan menarik perhatian anda untuk berlama-lama di Pantai Lariti Bima ini .

Mengunjungi Pantai Lariti, Anda bisa melihat laut yang terbelah dua, mirip kisah Nabi Musa ketika dikejar bala tentara Firaun. Anda juga akan merasakan sensasi berjalan di atas air laut. Pada saat air laut surut anda akan menemukan fenomena pasir membelah laut ini. Pasir tersebut seakan membentuk sebuah jalan yang bisa anda lalui untuk mencapai pulau kecil yang terdapat di seberang bibir Pantai Lariti ini. Adapun pasang surut air laut terjadi pukul 05.00- 07.00 dan 15.30-19.00.

Mandi, berjalan-jalan di hamparan pasir putih, bermain bola selagi air surut, terutama anak-anak dan dewasa, dapat dinikmati di pantai itu. Kawasan pantai ini belum ada penginapan, jadi jika Anda mau bermalam di pantai ini, bisa menginap di pondok Hamsin Puasi di Nisa Jara.  Dari kota Bima menuju pantai ini anda akan menempuh perjalanan selama satu jam setengah perjalanan menggunakan roda empat atau roda dua, jalur yang akan anda lewati memang tidak mudah karena kondisi jalan yang belum teraspal, kondisi jalan yang belum teraspal hanya saat melewati perkampungan warga saja , setelah melewati medan yang sulit itu anda akan disuguhkan dengan pantai yang sangat indah.

Gunung Punce Desa Lelamase, Kota Bima

Melewati ladang Jagung, padi dan kabut lembut Punce.

Dapat order bookingan trip dari Malaysia 4 bulan lalu rencananya mau ke Tambora. Peserta sudah mempersiapkan fisik dan mental, sudah semangat mau ke Tambora. H7 atau 1 minggu sebelum pendakian, aku selaku tour Guide mendapat info dari balai Taman Nasional Gunung Tambora, kalau Tambora di tutup tangal 25 Januari – 28 Feb. sedangkan pendakian kami 2-4 Feb. Sebelumnya mereka sempat kecewa, tapi ini semuanya di luar dari kemampuan manusia. Tambora di tutup karena alasan cuaca buruk. Nahhh aku mulai bingung dan mutar otak cari opsi lain. Ada beberapa opsi yang aku kasih ke peserta. Pendakian Gunung Sangiang, pendakian Gunung Punce dan tour Bima. Setelah mereka runding dan mempertimbangkan segala hl, peserta memilih pendakian Gunung Punce Lelamase, Kota Bima. Ketinggian gunung 1.050Mdpl.

3-4 Feb. Pendakian gunung Punce Lela Mase – Kabanta.
Ada banyak kejutan view selama pendakian kami. Ada 3 Meriam peningalan Sulta Mbojo (Bima) pertama sebagai benteng pertanahan, melewati ladang jagung dan padi di atas bukit dengan view yang sangat indah. Naik turun bukit, melewati dua sungai dan kabut lembut di puncak gunung.
Selama perjalanan peserta sangat happy dan SERONOKNYA.

Saat pulang kami memilih jalur Desa Kabanta yang bukan jalur pendakian. Jalur ini sering di lalui oleh warga Kabanta untuk berburu madu, berburu buah-buahan dan kayu bakar. Awalnya ada bekas jalan, tapi tak lama kemudian bekas jalan tadi mulai menghilang. Wajah para peserta mulai panik, aku tetap tenang dan terus buka jalur baru. Sesampainya di kali kami menemukan satu orang warga Kabanta yang lagi mancing, para peserta yang tadinya panik seketika mulai tenang setelah melihat orang. Dapat info segar, dari sungai ke Desa Kabanta 2 jam lagi. Tapi harus melewati beberapa bukit jagung dan padi, baru nyampe Desa Kabanta.

Pesona Gunung Tambora Kabupaten Dompu, NTB.

Indonesia terkenal memiliki gunung berapi yang masih aktif. Namun, ternyata gunung-gunung tersebut menyimpan beberapa keindahan alam yang masih sangat asri dan akan disayangkan jika anda lewatkan. Salah satunya ialah wisata Gunung Tambora di Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara BaratGunung Tambora adalah salah satu gunung yang cukup terkenal di kalangan para pendaki baik dari Indonesia maupun dari manca negara. Gunung Tambora menjadi destinasi wajib bagi para pecinta wisata ketinggian.

Dengan ketinggian 2.851 meter di atas permukaan laut, gunung ini menyimpan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Dengan susah payah anda mendaki, takkan pulang dengan tangan hampa. karena pesona alam yang ada di Gunung Tambora terbilang unik.  Gunung ini dijuluki sebagai gunung dengan kawah terbesar di Indonesia atau biasa di sebut dengan the Greatest Crater In Indonesia. Kawah di gunung ini mempunyai lebar 7 kilometer, dengan keliling 18 kilometer dan kedalaman 800 meter.

Selain itu, Gunung Tambora juga mempunyai keindahan alam lainnya yang tak kalah menakjubkan. Disini terdapat padang pasir yang sangat luas yang berada di sepanjang bibir kawah gunung ini. Di sepanjang bibir kawah juga ditumbuhi oleh bunga edelweiss yang tumbuh dengan berjauhan sekitar 1,5 meter sampai 100 meter. Ditambah dengan batuan-batuan berlapis yang sangat indah. Batu-batu berlapis tersebut bagian atasnya datar seperti meja yang membuat fenomena alam tersendiri. Yang membuat menarik, dari gunung ini anda bisa melihat keindahan lautan, kawah, pulau satonda dan juga padang pasir yang sangat indah.

Selain itu kawasan ini juga menjadi dua kawasan untuk konservasi, yaitu Tambora Utara Wildlife Reserve yang memiliki luas 80.000 hektar dan Tambora Selatan Hunting Park dengan luas 30.000 hektar. Dengan hal tersebut, gunung ini menyimpan banyak kekayaan dari flora maupun fauna. Gunung Tambora sangat kaya sekali dengan beranekaragaman flora dan fauna. Flora dan fauna yang tinggal di gunung antara lain seperti alang-alang, edelwies, ixora, perdu anggrek dan untuk faunanya seperti rusa timur, kera berekor panjang, Agas dan masih banyak lainnya. Pada tahun 1815 pernah terjadi ledakan dasyat di gunung ini yang membuat kawah dengan lebar yang sangat besar.

Untuk melakukan pendakian biasanya pendaki akan melalui jalur resmi yaitu di Desa Pancasila. Banyak alternatif angkutan yang bisa anda gunakan untuk menuju ke Desa Pancasila ini. Salah satunya jika anda berada di Dompu, anda dapat naik angkot yang berwarna kuning terlebih dahulu untuk menuju ke terminal Dompu. Setibanya di Terminal Dompu anda dapat mencari bus umum yang akan menuju ke Desa Pancasila. setelah tiba di Desa Pancasila anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk menuju pintu rimba.

Dari Desa Pancasila pendakian baru dimulai, perjalanan tahap pertama akan menuju Pos I. Normalnya jika berjalan kaki akan menempuh waktu sekitar empat jam perjalanan. Selama perjalanan anda akan melewati perkebunan kopi penduduk sampai menuju pintu rimba, pohon-pohon besar di sisi kiri dan kanan jalan akan sering anda lihat sampai akhirnya tiba di Pos I. Disini terdapat sebuah pondok dan sumber air yang merupakan bocoran dari pipa yang menuju ke Desa. Selanjutnya perjalanan akan menuju ke Pos II, perjalanan ini akan melalui jalur bekas aliran sungai dengan kondisi hutan yang sangat lebat. Dapat di tempuh dengan waktu normal sekitar satu jam perjalanan.

Dari sini perjalanan akan dilanjutkan kembali menuju Pos III dengan waktu tempuh sekitar tiga jam. Kondisi jalurnya akan lebih sulit karena semakin menanjak dan berliku, selain itu banyak tumbuhan Jelatang yang apabila terkena kulit dapat menyebabkan gatal. Kondisi semakin sulit dengan banyaknya pohon-pohon besar yang tumbang menghadang jalur. Jadi persiapkan tenaga ekstra dan tetap berhati-hatilah saat berjalan. Setibanya di Pos III biasanya pendaki akan bermalam disini. Tersedia lahan datar yang cukup lapang untuk mendirikan tenda dan sekitar 500 meter ke bawah terdapat pula sumber air yang berupa genangan air tadah hujan. Sumber air disini adalah yang terakhir yang bisa anda jumpai, jadi persiapkanlah bekal anda secukupnya sebelum akan melanjutkan pendakian.

Dini hari sekitar pukul 02.00 WITA biasanya pendaki akan mulai melanjutkan pendakian untuk melihat matahari terbit di puncak. Sebelumnya perjalanan akan dilanjutkan menuju Pos IV dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan. Kondisi jalurnya cukup landai dengan hutan lebat di sisi kiri dan kanan jalur, anda harus tetap berhati-hati karena disini banyak terdapat tumbuhan Jelatang. Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju Pos V dengan waktu tempuh yang hanya sekitar 30 menit. Di jalur ini tumbuhan Jelatang sudah mulai berkurang dan pemandangan pun sudah lebih terbuka.

Dari Pos V tujuan selanjutnya adalah menuju bibir kawah Gunung Tambora dengan waktu tempuh sekitar dua jam perjalanan. Setibanya di bibir kawah anda akan menyaksikan pemandangan yang sungguh sangat luar biasa indahnya. Dijamin cukup untuk membayar semua penat yang dirasakan. Sebuah kawah yang bernama Doro Afi Toi dengan telaga yang berwarna hijau di dasarnya terlihat sangat jelas di depan mata, belum lagi keindahan batuan yang berlapis-lapis di sepanjang tebingnya pasti akan membuat anda terpukau. jika anda melihat ke arah Barat akan nampak sebuah bukit kecil.

Bukit itulah yang merupakan puncaknya Gunung Tambora . Perjalanan menuju Puncak memakan waktu sekitar 30 menit dan dari puncak sinilah pemandangan akan semakin luas. Anda bisa melihat keseluruhan dari daerah di nusa tenggara barat, kawah gunung dan juga telaga hijau di dasar kawah akibat letusan dasyat pada zaman dulu. Gunung Tambora merupakan gunung yang menyimpan banyak keindahan luar biasa. Pesona kawahnya yang sungguh sangat besar dijamin akan membuat anda terpukau kala melihatnya secara langsung.

Pantai Wane Kabupaten Bima

Pantai wane berada dipantai kecamatan monta kabupaten bima NTB yang tempatnya masih sangat sepi. Pengunjungnya karena pantai ini jauh dan akses jalan yang kurang baik. Namun, jangan khawatir jika kalian berkunjung dipantai ini kalian akan disuguhkan dengan pemandangan pantai yang sangat luar biasa, ombak yang tenang serta pasirnya yang putih yang makin memanjakan mata tak kalah warna air lautnya yang membentuk gradasi warna yang sangat indah akan menambah hasrat kalian untk sejenak menikmati bawah laut dari wane itu sendiri. 

Selain pesona alam yang terlihat kalian juga dapat menikmati ikan segar hasil tangkapan para nelayan yang baru saja pulang melaut dengan harga yang varian dan relative murah.

Pantai wane merupakan pantai dengan alam yang masih alami. Tak banyak wisatawan yang ingin bermalam dipantai ini karena pantai ini merupakan pantai yang sepi. Untuk kalian yang ingin mengunjungi pantai wane ini kalian cukup menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih dari pusat kota atau kabupaten bima. Meskipun perjalan yang begitu jauh kalian jangan khawatir karena pantai ini menyajikan pemandangan pantai yang sangat luar biasa dan benar-benar alami.